Tampilkan postingan dengan label Expression Friend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Expression Friend. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Maret 2014

Senat mahasiswa, Bukan BEM

Sebuah artikel yang menyadarkan saya bahwa organisasi mahasiswa bukan diartikan sebagai "pemerintahan mahasiswa" atau yang lebih dikenal sebagai Badan eksekutif mahasiswa, melainkan  Senat. Senat adalah sebuah organisasi yang khas terdapat dalam lingkungan masyarakat akademisi.
Dari : http://harrymahathir.wordpress.com/2010/03/16/senat-mahasiswa-bukan-bem/

Senat Mahasiswa, bukan BEM 

Tahun 2007 saya dan teman-teman pengurus BEM FK Unpad saat itu memutuskan mengganti nama (sekaligus struktur) organisasi kemahasiswaan kami dari “BEM” menjadi “Senat Mahasiswa”.

Banyak yang marah, menyayangkan sekaligus mempertanyakan keputusan kami saat itu. Tapi saya dan kawan-kawan tetap mencoba mempertahankannya karena memang saya yakin ini adalah keputusan yang tepat. Ya tepat, karena berdasarkan pada alasan yang tepat.

Kami percaya, berbagai kebobrokan yang terjadi di Indonesia saat ini disebabkan oleh kurangnya pendidikan karakter pada masyarakat akademisinya. Para pelajar yang seharusnya menjadi “cendekiawan” malah hanya menjadi “cendawan”. Sejenis mahluk dalam simbiosis parasitisme yang hanya memikirkan diri sendiri, dan puas dalam jabatannya.

Pendidikan karakter seharusnya dibangun sejak kecil dalam lingkungan keluarga dan selanjutnya dipupuk terus menerus dalam lingkungan sekolah sampai mendapat polesan terakhir dalam kehidupan mahasiswa. Sayangnya, skema ini masih belum terlaksana sepenuhnya karena berbagai kekurangan yang belum mampu saya analisis seluruhnya. Tetapi satu hal yang kami mengerti, kehidupan selama menjadi mahasiswa memiliki andil besar dalam pembentukan karakter ini.

Maka kemudian, BEM yang merupakan kepanjangan dari Badan Eksekutif Mahasiswa, yang bagi sebagian orang diartikan sebagai “pemerintahan mahasiswa”, atau “badan pelaksana kegiatan mahasiswa”, kami ubah namanya menjadi “Senat Mahasiswa”. Mengapa? Alasannya adalah karena BEM (baca: organisasi kemahasiswaan) pada hakikatnya bukanlah pemerintahan mahasiswa yang sayangnya selama ini telah menciptakan sebuah pola pikir yang tanpa kita sadari membuat sebagian mahasiswa mengandaikan dirinya sebagai pemangku jabatan kekuasaan dan berlomba-lomba menggapainya sementara sebagian lainnya berperan sebagai “rumput” atau masyarakat biasa atau rakyat jelata yang tidak perlu peduli akan apapun yang disampaikan para pemangku jabatan karena tidak sesuai dengan aspirasinya atau lebih parah, harus manut saja pada keputusan mereka.

Pola pikir seperti ini sangatlah berbahaya karena akan terbawa dalam kehidupan pasca kampusnya. Maka kita tidak akan aneh melihat banyak orang-orang yang berpendidikan tinggi justru korupsi. Banyak orang-orang yang dulunya “aktivis” tetapi sekarang malah “koruptor”. Banyak orang pintar yang puas hanya dengan menjadi manajer atau kuli berdasi saja. Sungguh tidak muncul karakter kepemimpinan para cendekiawan sama sekali di dalamnya kan?

“Senat”, adalah sebuah organisasi yang khas terdapat dalam lingkungan masyarakat akademisi. Coba kita ingat, mulai dari senat fakultas, senat universitas, student council sampai fellowship. Semua adalah organisasi akademisi, dan semua ber-genre senat, dan semua ini bukan kebetulan.

Sistem organisasi pada senat menjadi ciri para akademisi karena senat memang sebuah sistem yang bisa mengakomodasi pembentukan karakter seorang untuk menjadi seorang cendekia karena memiliki prinsip “kesetaraan dan kesepakatan”, bukan “atasan dan bawahan”.

Seorang akademisi yang baik, memulai setiap tindakannya dengan alasan yang jelas. Sekalipun ia hanya diminta menyapu sampah misalnya, ia seharusnya akan bertanya mengapa, dan kemudian menyepakati tugas tersebut karena ia merasa perlu melakukannya.

“Bertanya mengapa” melambangkan “kesetaraan”, sementara “menyepakati” melambangkan keinginan untuk melakukan atas dasar alasan dalam diri, bukan perintah dari atasan bagai seorang kuli.

Nah, sekarang coba bayangkan sekelompok mahasiswa yang ditempa dalam lingkungan yang egaliter seperti ini. Akan didapatkan sekelompok orang yang susah diatur karena selalu merasa setara, namun selalu memiliki alasan yang jelas. Mereka akan menjadi orang-orang yang selalu berinovasi dan tidak takut untuk menjadi berbeda tetapi produktif dan kreatif karena mencintai apa yang mereka kerjakan. Mereka selalu memiliki landasan dalam setiap tindakannya.

Maka tugas selanjutnya adalah mencontohkan nilai-nilai yang baik agar mereka mengerti bahwa setiap yang dilakukan harus demi kemaslahatan bersama dan tidak boleh mengganggu orang lain (atau alam) seperti mereka tidak ingin diganggu.

“Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai mana saya sendiri ingin diperlakukan”, sumpah dokter alinea ke-7.

Sekarang kita tinggal bayangkan, sekelompok orang yang tidak takut perbedaan, inovatif, produktif, dan inspiratif. Maka kita akan benar-benar mendapatkan seorang “cendekiawan” dari sebuah proses pendidikan kan?

Inilah harapan kami dengan mengubah BEM menjadi Senat Mahasiswa di fakultas kedokteran, mendapatkan para cendekiawan yang berprofesi sebagai dokter, bukan para kuli yang berprofesi sebagai dokter.

Menghasilkan manusia-manusia yang menginspirasi pasiennya, bahkan lingkungan sekitarnya , untuk juga menjadi cendekia, menjadi manusia yang lebih beradab, dan membangun lingkungan yang lebih madani.

Maka jika kau tanya pada saya, “Apa alasanmu mengubah BEM menjadi Senat Mahasiswa?”,
saya akan menjawabmu tanpa ragu,”Kami ingin mengubah mental bangsa ini demi kemanusiaan yang lebih beradab”.

Sungguh, seluruh inspirasi dan kebenaran berasal dari Tuhan Pencipta Alam dan segala kesalahan berasal dari kerapuhan saya sebagai mahluknya. Tulisan ini sangat terbuka untuk forum diskusi maupun debat. Terima kasih.

Kamis, 23 Mei 2013

Gaya Pacaran Yang Berlebihan itu Tidak Baik

Subhanaallah, setelah saya baca blog di bawah ini ternyata masih banyak sekali remaja remaja yang terlalu berlebihan dalam hal memadu kasih dengan pacarnya.
Islam memang sempurna, bukankah islam mengajarkan bahwa dalam agama mulia ini pacaran di haramkan???? Sesuatu yang berlebihan itu bukan hanya di benci oleh manusia tetapi sangat dibenci oleh Rabbi kita. Simak yaaa blog dari Inggrid Amelia ini (perkenalan blog kita punya arti sama :)


"Gaya Pacaran Lebay"

Awalnya saya punya teman yang sangat mesra kalau lagi kemana-mana. Kata mereka sih "Biasa aja dong, kita kan pacaran" Memang menurut kalian itu hal yang biasa, tapi bagaimana menurut orang lain? Pacaran yang biasa-biasa saja lebih asik looh *ups

PDA yang berlebihan misalnya pelukan terlalu hot bahkan berciuman di depan umum, efeknya jelek loh!

1. Bikin teman-teman yang lain risih. Bahkan mungkin tidak ada lagi teman yang mau jalan bareng sama kalian berdua karena ngerasa cuma
diasinin alias dianggurin sementara kamu dan pacar malah asyik sendiri.
2. Bikin image kamu jadi kurang baik. Cewek yang terlalu bermesraan di depan umum, dengan pacarnya sekalipun, tetap aja bisa bikin pandangan cowok-cowok lain disekitarnya jadi negatif.
3. Nurunin pasaran nih. Memangnya kita selamanya bakal pacaran sama pacar kita yang sekarang? Gimana kalau ternyata putus dan image kita sebagai cewek ‘gampangan’ sudah telanjur menyebar? Waduh… mungkin para cowok bakal mikir dua kali buat mendekati kamu.
4. Gawatnya lagi, bukan tidak mungkin kita malah digosipin sudah melakukan segalanya alias melakukan hubungan yang terlalu jauh sama pacar.

Biar gosip dan image ini tidak makin melebar kemana-mana, kita yang harus mencegahnya.

1. Kalau lagi jatuh cinta, dunia katanya memang serasa milik berdua, yang lain Cuma ngontrak, hehehe….
2. Kita bisa mengungkapkan ekspresi rasa sayang kita ke pacar dengan cara lain yang lebih variatif. Bisa lewat surprise kecil, perhatian yang terlihat sepele tapi berarti banget buat dia. Pacar ngerti kok kalau hal itu kita lakukan karena kita sayang sama dia. Jadi tidak melulu harus lewat pegangan tangan, pelukan atau berciuman.
3. Keep alert dalam artian selalu sadar kalau kemesraan kita di depan umum sudah mulai terasa berlebihan. Misalnya, kalau kita terbiasa jalan bareng sambil pelukan mesra selengket mungkin sama pacar, sekarang kita bisa bergandengan tangan saja.
Ajak teman kamu buat jalan rame-rame. The more, the merrier. Makin rame, makin kecil pula keinginan dan kesempatan buat bermesraan deh :)

Dikutip dari : http://inggridamelia.blogspot.com/2012/04/gaya-pacaran-paling-lebay.html?showComment=1369314083248#c1181546637670680724

Senin, 11 Maret 2013

Pacaran Menurut Islam





Selain artikel dari Mubarok tadi, saya juga tergerak untuk memposting artikel dari Untung Supriyanto (http://untungsupriyanto.tripod.com/id8.html) yang secara garis besar bahwa Pacaran sangat tidak di butuhkan dalam islam. Selamat membaca ........




Islam Kok Pacaran
oleh Aliman Syahrani

Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.

Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.

Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).

Bagaimanapun mereka yang berpacaran, jika kebebasan seksual da lam pacaran diartikan sebagai hubungan suami-istri, maka dengan tegas mereka menolak. Namun, tidaklah demikian jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, sebagai alat untuk memilih pasangan hidup. Akan tetapi kenyataannya, orang berpacaran akan sulit segi mudharatnya ketimbang maslahatnya. Satu contoh : orang berpacaran cenderung mengenang dianya. Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa) banyak terisi hal-hal semacam melamun atau berfantasi. Amanah untuk belajar terkurangi atau bahkan terbengkalai. Biasanya mahasiswa masih mendapat kiriman dari orang tua. Apakah uang kiriman untuk hidup dan membeli buku tidak terserap untuk pacaran itu ?

Atas dasar itulah ulama memandang, bahwa pacaran model begini adalah kedhaliman atas amanah orang tua. Secara sosio kultural di kalangan masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah, bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis peresapan ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran moral dan akhlak. Na’udzubillah min dzalik !

Sudah banyak gambaran kehancuran moral akibat pacaran, atau pergaulan bebas yang telah terjadi akibat science dan peradaban modern (westernisasi). Islam sendiri sebagai penyempurnaan dien-dien tidak kalah canggihnya memberi penjelasan mengenai berpacaran. Pacaran menurut Islam diidentikkan sebagai apa yang dilontarkan Rasulullah SAW : "Apabila seorang di antara kamu meminang seorang wanita, andaikata dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka lihatlah." (HR Ahmad dan Abu Daud).

Namun Islam juga, jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang diridhai Allah, karena banyak segi mudharatnya. Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu, duduk, pergi bergaul berdua. Ini jelas pelanggaran syari’at ! Terhadap larangan melihat atau bergaul bukan muhrim atau bukan istrinya. Sebagaimana yang tercantum dalam HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas yang artinya: "Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya." Tabrani dan Al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain: "Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati."

Tapi mungkin juga ada di antara mereka yang mencoba "berdalih" dengan mengemukakan argumen berdasar kepada sebuah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Abu Daud berikut : "Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, atawa memberi karena Allah, dan tidak mau memberi karena Allah, maka sungguh orang itu telah menyempurnakan imannya." Tarohlah mereka itu adalah orang-orang yang mempunyai tali iman yang kokoh, yang nggak bakalan terjerumus (terlalu) jauh dalam mengarungi "dunia berpacaran" mereka. Tapi kita juga berhak bertanya : sejauh manakah mereka dapat mengendalikan kemudi "perahu pacaran" itu ? Dan jika kita kembalikan lagi kepada hadits yang telah mereka kemukakan itu, bahwa barang siapa yang mencintai karena Allah adalah salah satu aspek penyempurna keimanan seseorang, lalu benarkah mereka itu mencintai satu sama lainnya benar-benar karena Allah ? Dan bagaimana mereka merealisasikan "mencintai karena Allah" tersebut ? Kalau (misalnya) ada acara bonceng-boncengan, dua-duaan, atau bahkan sampai buka aurat (dalam arti semestinya selain wajah dan dua tapak tangan) bagi si cewek, atau yang lain-lainnya, apakah itu bisa dikategorikan sebagai "mencintai karena Allah ?" Jawabnya jelas tidak !

Dalam kaitan ini peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya terutama yang lebih menjurus kepada pergaulan dengan lain jenis. Adalah suatu keteledoran jika orang tua membiarkan anak-anaknya bergaul bebas dengan bukan muhrimnya. Oleh karena itu sikap yang bijak bagi orang tua kalau melihat anaknya sudah saatnya untuk menikah, adalah segera saja laksanakan.
Dikutip dari: http://www.indomedia.com/bpost/012000/24/opini/resensi.htm

Pacaran Dalam Islam


Saya sudah membanya banyak artikel, yang diantaranya artikel dari blog "Mubaroque al-Mulk" Subhanallah, ternyata pacaran yang selama ini sudah menjadi tradisi anak remaja baik yang bertempat tinggal di ibu kota maupun di daerah itu haram adanya. Kenapa? Coba baca dan pahami rantaian kata yang saya copy dari blog beliau.




Bagaimana Pacaran Menurut Islam
Oretan Mubarok #4

Pada pembahasan sesion ini kita akan mengangkat masalah pacaran. Pacaran yang sudah merupakan fenomena mengejala dan bahkan sudah seperti jamur dimusim hujan menjadi sebuah ajang idola bagi remaja . Cinta memang sebuah anugerah, cinta hadir untuk memaniskan hidup di dunia apalagi rasa cinta kepada lawan jenis, sang pujaan hati atau sang kekeasih hati menjadikan cinta itu begitu terasa manis bahkan kalo orang bilang bila orang udah cita maka empedu pun terasa seperti gula. Begitulah cinta, sungguh hal yang telah banyak menjerumuskan kaum muslimin ke dalam jurang kenistaan manakala tidak berada dalam jalur rel yang benar. Mereka sudah tidak tahu lagi mana cinta yang dibolehkan dan mana yang dilarang.


Kehidupan seorang muslim atau muslimah tanpa pacaran adalah hambar, begitulah kata mereka. Kalau dikatakan nggak usah kamu pacaran maka serentak ia akan mengatakan " Lha kalo nggak pacaran, gimana kita bisa ngenal calon pendamping kita ?". kalo dikatakan pacaran itu haram akan dikatakan, " pacaran yang gimana dulu.". Beginilah keadaan kaum muda sekarang, racun syubhat, dan racun membela hawa nafsu sudah menjadi sebuah hakim akan hukum halal-haram, boleh dan tidak. Tragis memang kondisi kita ini, terutama yang muslimah. Mereka para muslimah kebanyakan berlomba-lomba untuk mendapatkan sang pacar atau sang kekasih, apa sebabnya, " Aku takut nggak dapat jodoh ". Muslimah banyak ketakutannya tentang calon pendamping, karena mereka tahu bahwa perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1 : 5. Tapi apakah jalan pacaran sebagai penyelesaian ? Jawabnya Tidak. Bagaimana bisa, kita ikuti selengkapnya pembahasan ini sebagai berikut, ( diambil dari buku Pacaran dalam Kacamata Islam karya Abdurrahman al-Mukaffi)
Dikatakan beliau bahwa pacaran dikategorikan sebagai nafsu syahwat yang tidak dirahmati oleh Allah, karena ketiga rukun yang menumbuhkan rasa cinta menyatu di luar perkawinan. Hal ini dilakukan dengan dalih sebagai suatu penjajakan guna mencari partner yang ideal dan serasi bagi masing-masing pihak. Tapi dalam kenyataannya masa penjajakan ini tidak lebiih dimanfaatkan sebagai pengumbaran nafsu syahwat semata-mata, bukan bertujuan secepatnya untuk melaksanakan perkawinan
Hal ini tercermin dari anggapan mereka bahwa merasakan ideal dalam memilih partner jika ada sifat-sifat sebagai berikut :
1. Mereka merasa beruntung sekali jika selalu dapat berduaan, dan berpisah dalam waktu pendek saja tidak tahan rasanya. Dan keduanya merasa satu sama lain saling memerlukan.
2. Mereka merasa cocok satu sama lainnya. Karena segala permasalahan yang sedang dihadapi dan dirasakan menjadi masalah yang perlu dicari pemecahannya bersama. Hal ini dimungkinkan karena mereka satu dengan lainnya merasa dapat mencapai saling pengertian dalam seluruh aspek kehidupannya.
3. Mereka satu sama lain senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk menuruti kemauan sang kekasih. Hal ini dimungkinkan karena perasaan cinta yang telah tumbuh secra sempurna dengan pertautan yang kuat.
Tapi tanpa disadari, pacaran itu sendiri telah melambungkan perasaan cinta maki tinggi. Di sisi lain pacaran menjurus pada hubungan intim yang merusak cinta, melemahkan dan meruntuhkannya. Karena pada hakekatnya hubungan intim dalam pacaran adalah tujuan yang hendak dicapai dalam pacaran. Oleh karena itu orang yang pacaran selalu mendambakan kesyahduan. Dengan tercapainya tujuan tersebut kemungkinan tuntutannya pun mereda dan gejolak cintanya melemah. Hingga kebencian menghantui si bunga yang telah layu, karena si kumbang belang telah menghisap kehormatan secara haram.
Tak ubahnya seperti apa yang dinginkan oleh seorang pemuda untuk memadu cinta dengan dara jelita kembang desanya. dalam pandangannya sang dara tampak begitu sempurna. Higga kala itu pikiran pun hanyut, malam terkenang, siang terbayang, maka tak enak, tidur pun tak nyenyak, selalu terbayang si dia yang tersayang. Hingga tunas kerinduan menjamur menggapai tangan, menggelitik sambil berbisik. Bisikan nan gemulai, tawa-tawa kecil kian membelai, canda-canda hingga terkulai, karena asyik, cinta pun telah menggulai. Menggulai awan yang mengawang, merobek cinta yang tinggi membintang, hingga luka mengubur cinta.
Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, " Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. "
" Bohong !" Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.
Rasulullah bersabda,
" Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya."

Rabu, 17 Oktober 2012

Menutup Aurat Bagi Muslimah

Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Satu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang cukup panjang. Jilbab atau hijab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Sang Pembuat syariat. Sebagai syariat yang memiliki konsekwensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemashlahatan hidup di dunia dan akhirat. Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi. Berikut kami ulas sebagian jawaban dari pertanyaan di atas:

Pertama :
Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya.Ketaatan merupakan sumber kebahagian dan kesuksesan besar di dunia dan akherat. Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman manakala ia enggan merealisasikan, mengaplikasikan serta melaksanakan segenap perintah Allah dan RasulNya.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. [Al Ahzab:71]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sungguh akan merasakan manisnya iman, seseorang yang telah rela Allah sebagaiRabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul utusan Allah”. [HR Muslim].

Kedua :
Pamer aurat dan keindahan tubuh merupakan bentuk maksiat yang mendatangkan murka Allah dan RasulNya.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. [Al Ahzab:36].

Rabu, 25 Januari 2012

Teruntuk Menantuku

>> TERUNTUK MENANTUKU << ^.^


Hari ini ku coba untuk menempatkan diriku sebagai ibu mertua..
Menyelami rasa yang dimiliki seorang ibu dari putra yang sangat dicintainya..
Karena terkadang ibu mertua menjadi saingan bagi istri putranya..
Yuk...kita menyimak hatinya..
= = = = = * * * * * = = = = =

Jumat, 06 Januari 2012

Serba Serbi Facebook



Setelah hampir dua tahun saya mengikuti dunia per-fesbuk-an, ada beberapa hal yang dapat saya simpulkan :
1.      Mengenai jempol
Ada berapa alasan teman facebook memberi  jempol pada postingan-postingan kita :
  1. Karena Postingannya memang keren dan layak diberi jempol.
Keren disini bisa dilihat dari segi :
  • Segi pengetahuannya
  • Pesan moralnya
  • Nilai fanatisme dan nasionalismenya
  • Tingkat kelucuaan dan kegokilannya, bagi yang suka pusi tentu tingkat keromantisan dan kedalaman bahasanya.
2. Merupakan postingan dari kekasih kita, mantan kita,  kecengan kita atau orang yang sedang kita taksir.
3. Merupakan postingan dari cowok / cewek cakep
4. Merupakan postingan orang-orang ternama
5. Yang empunya postingan selalu menyukai semua postingan yang ada berandanya. Jadi merupakan balas jasa   atas   jempol yang sudah kita berikandiberikan teman.
Bagi teman-teman yang pelit dan selektif dalam memberi jempol, maka ia pun jarang mendapat jempol. Orang-orang idealis berada dalam kelompok ini.
  • Bahkan ada beberapa teman yang postingannya bagus, pesan moralnya tinggi, akan tetapi sepi jempol karena ia jarang memberi jempol.      
  • Ada juga beberapa teman yang online hanya untuk member i jempol postingan temannya.
  • Saya sering mendapat inbox yang isinya “Like statusku ya!!” atau “Satu jempol anda berikan di status saya, maka seribu jempol yang akan saya berikan di status anda”
Bagiku hal semacam ini sangatlah menggelikan. Karena yang namanya perasaan suka atau perasaan setuju tidaklah bisa dipaksa, apalagi dibuat-buat. Kalau mau suka ya suka aja tak perlulah mengharap balas jasa.

Andai Tuhan Punya FaceBook

Andai Tuhan punya faceebook
Aku akan add dia
Aku akan komen semua statusnya
Aku akan menyukai semua postingannya
Aku akan meminta DIA menandaiku pada semua catatannya
Aku akan menulis kata ini di dindingnya : ''Terimakasih Tuhan, telah KAU blokir orang-orang munafik yang ada pada daftar temanmu''
Aku akan nulis kata ini pada inbox-nya ''Tuhan, kekasihku nakal, Hack sajalah akunnya, biar dia tidak nakal lagi''

Lalu sesudah subuh aku baca statusnya ''Aku akan memblokir orang-orang yg suka mengeluh dan tak pandai bersyukur''
Aku komen statusnya kali ini ''Tuhan, kali ini aku yang nakal, tolong jangan blokir aku, aku janji tak nakal lg :'( ''

Kamis, 05 Januari 2012

Catatan Akhir Tahun

Tinggal menghitung menit kita akan memasuki gerbang baru
banyak hal yang telah terjadi di kurun 2011 ini
Korupsi Gayus Tambunan, skandal  operasi dada Malinda Dee, pelarian fenomenal Nazaruddin, sakit lupa ingatan ala Nunun Nurbaeti dan penganiyayaan-penganiyayaan polisi terhadap warga sipil.
Tragedi berdarah di Freeport yang menunjukkan keberpihakan pengayom negara itu kepada pemodal asing. Tragedi berdarah di Mesuj, pembunuhan rakyat sipil di Bima dan yang paling mutakhir adalah penganiyayaan polisi terhadap A.A.L yang diduga mencuri sandal Briptu Rusdi.

Rabu, 28 Desember 2011

leaving on a jet plane

Arti dalam bahasa indonesia

"Semua tas saya dikemas, saya siap untuk pergi
Saya berdiri 'di sini di luar pintu Anda
Saya benci untuk membangunkan anda untuk mengucapkan selamat tinggal
 
Tapi fajar adalah itu awal pagi
Taksi tersebut menunggu ', dia membunyikan' klakson
Sudah saya sangat kesepian saya bisa mati

Selamat tinggal Yogya

Memang hati tak bisa d paksakan...tp berusaha itu sah-sah saja...tuhan pasti menghargai usaha kita..entah apa yg akan kita dapatkan...syukuri saja...sebenarnya...aku yg mninggakan jogja (Kamu) atau kamu yang meninggalkan hatiku?
berusaha sekuat tenaga menahan sedih..tp suatu saat aku yakin air mata ini akan kmu balas dgn senyuman...UNTUKKU...dari jogja untuk bandung...dari bandung untukmu...selalu cinta kmu selamanya!!

(Agung Zatmika)

Sekuat apa hatimu

ketika hati utu mullai melihat,merasa,dan mendengar..maka semua kejujuran akan munjul....hati kadang membuat kita lemah dan kadang akan membuat kita kuat..saat kmi mersakan harus mninggalkan semua yg kmi

Jumat, 22 Juli 2011

Menyentuh hati

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat