Rabu, 26 Oktober 2011

Penantian Tak Bersanding

Berdiri dengan sisa tenaga
untuk menantinya dalam jalan yg gelap
seperti berjalan dalam mimpi
melayang dan jasad telah mati

Namun rona matahari tak terpancar
sudah saja diam
enggan bangun lagi menanti yang tak pasti
Namun bumi terus saja berputar

Saat fokus menggenggam tenaga
tuk berlari secepat singa

Melayang Saja

Langkah kaki kian melebar
Panjang dan terjang hingga lautan
Merintis asa berjuang, bertempur
Yang lalu tak terekam lagi
Karena hari ini yang dijalani

"Bukankah hati kita telah lama menyatu"
Lagu lama tentang kita

Ya, kini kita telah tak sama
Hanya ingin bicara ..
Bahwa kini, detik ini
setelah terekam potret kita
Rindu yang lama terpendam
Kini melayang ...........

Jumat, 12 Agustus 2011

Bah'

Jalanku tersipulagi
     Berkelok lagi
Berhenti lagi
           Tersungkur lagi

Sabtu, 23 Juli 2011

Jika Iya

Seperti percik api yang begitu saja mampu menyala menjadi bara..
membakar semua yang tak ingin ku sampaikan..
genangan air mata ini belum terlalu penuh Ya Tuhanku..
masih terlalu sedikit aku menangis karenamu..
masih mampu aku menghitung berapa banyak aku mengucap syukur padamu..

Jumat, 22 Juli 2011

Menyentuh hati

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat

Rabu, 20 Juli 2011

Telanjang Di Depan Cermin

bertanya pada cermin .. tentang apa yang terjadi ..
tentang kenapa dan mengapa..
kaki menjejak namun jiwa tak di raga ..
berteriak pada muka sendiri ..
tentang mengapa dan kenapa..

Ucing Untuk Icha

Berhari hari bersama disekolah telah membuat Icha tertegun hati pada seorang pria bernama Deni sebut saja dia ucing pelangi karena dianalisir dari sikap deni yang kadang baik, cuek dan perhatian.
“Chapunk”
 icha tersenyum dibalik kerudung saat melihat si item nya melenggang dihadapannya.
Senyum dari bibir icha terasa sumringah. Sampai akhirnya rangga melintas tepat dihadapan icha dan langsung melontarkan senyum penuh sayang.